Sinema Indonesia; Berlogika Jungkir Balik
"Maaf, Saya Menghamili Istri Anda". Kalau ada orang berani ngomong begitu di muka anda, apa reaksi anda, tuan-tuan? Marah, diam, atau malah cuma senyum-senyum saja? Kalo anda masih suami normal, bisa jadi dalam hitungan sepersekian detik darah anda sudah memenuhi muka anda. Tapi, ini hanya satu judul film Indonesia yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia. Saya sendiri sampai hari ini masih kaget, sudah begitu provokatif dan permisif kah tata nilai kita, orang Indonesia? Bisa jadi ada komentar,"halah, lha wong cuma pilm aja lho. Pilm itu rak cuman khayalan, nggak nyata." Yes, OK, itu betul. Film hanyalah khayalan si pembuatnya. Meski ada yang berdasar kisah nyata, tetap saja dibumbui unsur reka-reka. Nggak bisa 100% fakta. Menurut saya, film sekarang ini lebih merupakan cerminan dari unsur riil di masyarakat. Maksudnya, ya..apa yang dikhayalkan si penulis skenario bisa jadi didapat dari membaca fenomena yang ada di masyarakat. Beberapa waktu lalu saya penasaran d...