Sifat Mandi Janabah
Oleh Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Untuk menjawab pertanyaan mengenai sifat mandi janabah, saya nukilkan dari kitab Al Masaa-il jilid 3 karangan Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat: Yakni, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak berwudlu' lagi sesudah mandi. Mandi disini zahir-nya baik mandi janabah maupun mandi biasa asalkan dengan niat berwudlu dan belum batal. Jika batal, maka wajib berwudlu' lagi. Selain itu - menurut sebagian ulama - wajib berkumur-kumur dan menghisap air ke hidung (saat mandi biasa tersebut - peny.). Selengkapnya saya kutip-ringkaskan bahasan tentang Sifat Mandi Janabah. Orang yang berhadats besar atau berjanabah/junub itu ialah disebabkan oleh keluarnya mani atau bersetubuh baik keluar mani atau tidak. Mereka ini wajib mandi apabila hendak mendirikan shalat (bagi perempuan tentunya sehabis waktu haid dan nifasnya). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: " Dan jika kamu junub, hendaklah kamu bersuci (bersuci maksudnya mandi) ...