Posts

Showing posts from February, 2008

Birrul Walidain

Sepeninggal Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah ketujuh Bani Umayyah, rakyat membaiat Umar bin Abdul Aziz menjadi penerus dinasti yang dibangun oleh Mua'wiyah bin Abu Sufyan. Sebelum menjadi khalifah, Umar pernah menjabat Gubernur Madinah. Beliau mempunyai beberapa orang anak, di antaranya Abdul Malik bin Umar. Dia masih muda tetapi ketaqwaan dan kezuhudannya selalu menghiasi lembaran hidupnya. Alkisah, ketika Umar sampai di rumah, sepulang mengurusi jenazah Sulaiman, datanglah Abdul Malik menghampirinya. Ia bertanya, “Wahai amirul mukminin, gerangan apakah yang membaringkan Anda di siang bolong ini?” Umar bin Abdul Aziz sempat kaget, tatkala putranya memanggilnya dengan Amirul Mukminin, bukan dengan panggilan ayah. Ini mengisyaratkan putranya ingin mempertanyakan tanggung jawab ayahnya sebagai pemimpin negara, bukan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. “Aku letih dan butuh istirahat”, jawab sang ayah. “Pantaskah Anda beristirahat padahal banyak rakyat yang tertindas?” “W...

Pegawai Negeri Makan Sate

Ada seorang pegawai negeri yang saleh pulang kerja lembur pada akhir bulan. Sementara pulang, dalam keadaan perut lapar sehabis lembur, dia berpikir alangkah enaknya kalau sampai di rumah nanti makan nasi panas dengan lauknya yang dibuat isteri tercintanya. Setelah sampai rumah dia disambut isterinya lalu cuci tangan dan minta disediakan makan. Isterinya menyampaikan bahwa makanan yang ada tinggal nasi dan hanya sedikit sayur bayam tanpa lauk. Sebagai orang yang saleh si pegawai negeri bersyukur karena menyadari bahwa setiap akhir bulan uang pasti sudah habis sehingga bisa makanpun sudah syukur. Tiba-tiba dia punya ide alangkah nikmatnya kalau sore itu makan dengan sate ayam yang ada di dekat rumahnya karena sehabis lembur dia dapat uang transport yang bisa dipakai jajan sate ayam. Namun dia berpikir alangkah egoisnya kalau dia makan sate sendirian dan isterinya tidak. Dan besok mereka harus makan apa kalau uangnya dipakai jajan sate. Makan sate berdua dengan uang transport yang didap...

Islam,Mata Air Keadilan

Keadilan adalah fitrah yang amat dicintai manusia, di sudut jagad manapun ia berada. Lantas, mengapa orang sulit berlaku adil? R isalah keadilan diemban secara turun temurun oleh para Rasul ‘alaihimussalam. Berbagai ajaran wahyu yang mereka sampaikan mendorong tegaknya keadilan di muka bumi dalam bentuk seluas-luasnya. Tak pelak, setiap Nabi yang diutus, selalu menghadapi benturan dari kezaliman yang tersistem dan dilindungi oleh penguasa. Keadilan adalah lawan dari kezaliman. Secara amat sederhana, hakikat keadilan adalah kemampuan untuk “menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Di sinilah orang banyak bersilang pendapat tentang menempatkan sesuatu pada porsinya. Masing-masing ideologi dan pemikiran dunia mengajukan pandangan tentang “bagaimana menempatkan sesuatu pada tempatnya”. Ideologi gender a la Barat, memandang kesetaraan antara pria dan wanita sebagai bentuk keadilan yang harus diperjuangkan. Pandangan ini didasarkan pada satu perspektif bahwa keduanya adalah makhluk Tuhan y...