Posts

Showing posts from 2008

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: "Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda: Pertama: Gadis Pencemburu Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya. Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya...

Sifat Mandi Janabah

Oleh Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Untuk menjawab pertanyaan mengenai sifat mandi janabah, saya nukilkan dari kitab Al Masaa-il jilid 3 karangan Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat: Yakni, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak berwudlu' lagi sesudah mandi. Mandi disini zahir-nya baik mandi janabah maupun mandi biasa asalkan dengan niat berwudlu dan belum batal. Jika batal, maka wajib berwudlu' lagi. Selain itu - menurut sebagian ulama - wajib berkumur-kumur dan menghisap air ke hidung (saat mandi biasa tersebut - peny.). Selengkapnya saya kutip-ringkaskan bahasan tentang Sifat Mandi Janabah. Orang yang berhadats besar atau berjanabah/junub itu ialah disebabkan oleh keluarnya mani atau bersetubuh baik keluar mani atau tidak. Mereka ini wajib mandi apabila hendak mendirikan shalat (bagi perempuan tentunya sehabis waktu haid dan nifasnya). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: " Dan jika kamu junub, hendaklah kamu bersuci (bersuci maksudnya mandi) ...

Birrul Walidain

Sepeninggal Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah ketujuh Bani Umayyah, rakyat membaiat Umar bin Abdul Aziz menjadi penerus dinasti yang dibangun oleh Mua'wiyah bin Abu Sufyan. Sebelum menjadi khalifah, Umar pernah menjabat Gubernur Madinah. Beliau mempunyai beberapa orang anak, di antaranya Abdul Malik bin Umar. Dia masih muda tetapi ketaqwaan dan kezuhudannya selalu menghiasi lembaran hidupnya. Alkisah, ketika Umar sampai di rumah, sepulang mengurusi jenazah Sulaiman, datanglah Abdul Malik menghampirinya. Ia bertanya, “Wahai amirul mukminin, gerangan apakah yang membaringkan Anda di siang bolong ini?” Umar bin Abdul Aziz sempat kaget, tatkala putranya memanggilnya dengan Amirul Mukminin, bukan dengan panggilan ayah. Ini mengisyaratkan putranya ingin mempertanyakan tanggung jawab ayahnya sebagai pemimpin negara, bukan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. “Aku letih dan butuh istirahat”, jawab sang ayah. “Pantaskah Anda beristirahat padahal banyak rakyat yang tertindas?” “W...

Pegawai Negeri Makan Sate

Ada seorang pegawai negeri yang saleh pulang kerja lembur pada akhir bulan. Sementara pulang, dalam keadaan perut lapar sehabis lembur, dia berpikir alangkah enaknya kalau sampai di rumah nanti makan nasi panas dengan lauknya yang dibuat isteri tercintanya. Setelah sampai rumah dia disambut isterinya lalu cuci tangan dan minta disediakan makan. Isterinya menyampaikan bahwa makanan yang ada tinggal nasi dan hanya sedikit sayur bayam tanpa lauk. Sebagai orang yang saleh si pegawai negeri bersyukur karena menyadari bahwa setiap akhir bulan uang pasti sudah habis sehingga bisa makanpun sudah syukur. Tiba-tiba dia punya ide alangkah nikmatnya kalau sore itu makan dengan sate ayam yang ada di dekat rumahnya karena sehabis lembur dia dapat uang transport yang bisa dipakai jajan sate ayam. Namun dia berpikir alangkah egoisnya kalau dia makan sate sendirian dan isterinya tidak. Dan besok mereka harus makan apa kalau uangnya dipakai jajan sate. Makan sate berdua dengan uang transport yang didap...

Islam,Mata Air Keadilan

Keadilan adalah fitrah yang amat dicintai manusia, di sudut jagad manapun ia berada. Lantas, mengapa orang sulit berlaku adil? R isalah keadilan diemban secara turun temurun oleh para Rasul ‘alaihimussalam. Berbagai ajaran wahyu yang mereka sampaikan mendorong tegaknya keadilan di muka bumi dalam bentuk seluas-luasnya. Tak pelak, setiap Nabi yang diutus, selalu menghadapi benturan dari kezaliman yang tersistem dan dilindungi oleh penguasa. Keadilan adalah lawan dari kezaliman. Secara amat sederhana, hakikat keadilan adalah kemampuan untuk “menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Di sinilah orang banyak bersilang pendapat tentang menempatkan sesuatu pada porsinya. Masing-masing ideologi dan pemikiran dunia mengajukan pandangan tentang “bagaimana menempatkan sesuatu pada tempatnya”. Ideologi gender a la Barat, memandang kesetaraan antara pria dan wanita sebagai bentuk keadilan yang harus diperjuangkan. Pandangan ini didasarkan pada satu perspektif bahwa keduanya adalah makhluk Tuhan y...