Postingan

Sinema Indonesia; Berlogika Jungkir Balik

"Maaf, Saya Menghamili Istri Anda". Kalau ada orang berani ngomong begitu di muka anda, apa reaksi anda, tuan-tuan? Marah, diam, atau malah cuma senyum-senyum saja? Kalo anda masih suami normal, bisa jadi dalam hitungan sepersekian detik darah anda sudah memenuhi muka anda. Tapi, ini hanya satu judul film Indonesia yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia. Saya sendiri sampai hari ini masih kaget, sudah begitu provokatif dan permisif kah tata nilai kita, orang Indonesia? Bisa jadi ada komentar,"halah, lha wong cuma pilm aja lho. Pilm itu rak cuman khayalan, nggak nyata." Yes, OK, itu betul. Film hanyalah khayalan si pembuatnya. Meski ada yang berdasar kisah nyata, tetap saja dibumbui unsur reka-reka. Nggak bisa 100% fakta. Menurut saya, film sekarang ini lebih merupakan cerminan dari unsur riil di masyarakat. Maksudnya, ya..apa yang dikhayalkan si penulis skenario bisa jadi didapat dari membaca fenomena yang ada di masyarakat. Beberapa waktu lalu saya penasaran d...

Fungsi Manajemen Masjid

Dalam ilmu manajemen dikenal fungsi yang harus dilakukan seorang pemimpin/manajer untuk mencapai tujuan yang ingin di capainya. Dan biasanya di capai dengan menggunakan orang lain. Kalau kita merumuskan tujuan yang ingin dicapai adalah mengoptimalkan masjid sehingga fungsinya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas ummat maka untuk mencapai suatu tujuan biasanya persyaratan yang harus ada dalam mencapai tujuan itu adalah: 1. Harus ada tujuan. 2. Harus ada jamaah/masyarakat yang di pimpin. 3. Harus ada orang yang memimpinnya. 4. Harus ada kerjasama antar pengurus dan pengurus dengan yang di pimpin. 5. Harus ada sistem atau pola dalam melaksanakan fungsi manajemen. Dalam mencapai tujuan, dalam ilmu manajemen telah di jelaskan bahwa seorang manajer/pimpinan biasanya harus melakukan fungsi sebagai berikut: 1. Perencanaan. 2. Penentuan struktur organisasi atau bagan organisasi. 3. Menentukan personil yang akan menduduki bagan organisasi. 4. Mengkoordinir pelaksanaan tugas. 5. Memberik...

Dimutasi Lagi!

Berakhir sudah segala kasak-kusuk yang berlangsung berbulan-bulan.  Melelahkan pikiran, membuat tidak nyaman dan lesu dalam bekerja.  SK mutasi (yang ditunggu-tunggu) akhirnya muncul! Aku dapat kabar..kena mutasi lagi! Ya, Allah.  Masa sih?  Begitu reaksiku saat ditelpon temanku.  Masih agak nggak percaya, aku tanya, "mungkin Wahyu yang lain?"  Jawabannya,"Lha Wahyu yang mana lagi?"  Bukankah aku baru kurang lebih 1,5 tahun di Balikpapan ini Setelah dipindah dari Madiun? Memangnya pegawai di sini nggak ada yang lebih lama disini dibanding aku? Dimutasi ke Tarakan lagi…di ujung Kalimantan Timur. Nggak ada yang bisa jawab, karena aku memang sibuk bertanya pada diri sendiri.  Wah, lama-kelamaan bisa gila, takon-takonan karo awake dhewe ..:-)  Terbayang lagi masa-masa awal datang ke Balikpapan.  Kesana kemari mencari kontrakan yang harganya pas buat pelaksana.  Awalnya aku nyari-nyari di sekitar kantor, r...

Balikpapan: An Overview

Sudah lebih dari 1,5 tahun saya dan keluarga tinggal di Balikpapan (saya nggak pake istilah menetap karena memang nggak ada keinginan untuk itu. Ini hanya karena tuntutan pekerjaan saja...:-p ) Sudah cukup referensi saya kira, untuk memahami kota ini serta warganya, ataupun perilaku masyarakat sini dalam menyikapi hidup mereka. Karena sebentar lagi mau mutasi (lagi, kali ini ke Tarakan), saya pingin mendokumentasikan pengalaman selama di Balikpapan. Berikut ini ada beberapa fakta terungkap yang perlu anda ketahui tentang Balikpapan (terlebih jika anda akan tinggal di sini) : 1. Kotanya cukup bersih dan tingkat kriminalitas rendah. 2. Biaya hidup lebih tinggi dibandingkan di Jawa, bahkan untuk menyederhanakan penjelasan tentang Balikpapan, saya sering bilang sama orang Jawa yang tanya tentang biaya hidup di sini," Gampang aja. Tinggal kalikan dua aja harga di sana. Misalnya makan bakso di Jawa 5000 rupiah, disini ya 10 ribu." 3. Listrik dan air jadi masalah besar, dalam ar...

LIR ILIR

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir, tak ijo royo royo tak sengguh temanten anyar Cah angon, cah angon Penekno blimbing kuwi Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro kanggo mbasuh dodotiro Dododiro dododiro Kumitir bedahing pinggir dondomono jlumatono Kanggo sebo mengko sore Kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane Yo surako surak Hiyo… (karipto dening Sunan Ampel) Ayo, bangun...waktunya terjaga dari mimpi-mimpi sang kembang tidur, entah mimpi buruk atau mimpi indah. Alam berseri indah menanti untuk dijelajahi. Tugas pemimpin (diibaratkan bocah penggembala) memberi teladan yang baik, meski rintangan terpampang sangat berat dan melelahkan. Syair indah milik Sunan Ampel tersebut penuh dengan makna tersembunyi, nasehat mendalam tentang hakikat hidup. Tentang ajakan bekerja dengan baik. Juga nasehat bagi yang sedang lalai, hidup dalam mimpi-mimpi serta angan-angan kosong. Juga mengingatkan akan tibanya waktu"sebo", istilah untuk waktu m...

Menunggu

Menunggu dari dulu menjadi hal yang membosankan, bikin gondok, jengkel, deg-degan dll yang serba gak enak atau gak nyaman. Saya dari dulu paling benci jika disuruh nungguin, misalnya nunggu saat bayar tagihan listrik, nunggu giliran periksa dokter, atau ...wis pokoke yang pake nunggu lebih 15 menit. Paling deg-degan nunggu anak mau keluar dari rahim ibunya. Dada berdebum-debum, kaya habis minum kopi 2 gelas. Kalo sekarang nunggu keluarnya SK mutasi, rasa deg-degannya lain. Bercampur penasaran. Mau ditempatkan dimana ya? Seperti nunggu undian.Eh, siapa tahu dapat tempat yang diidam-idamkan..di Yogya! Mimpi kali.. Tapi kata orang bijak,kenyataan hari ini adalah mimpi-mimpi kemarin. Yang paling dahsyat, ada satu hal yang sangat penting tapi sering terlupakan pada sebagian orang. Bahwa pada intinya semua orang mempunyai satu kesamaan dalam saat menunggu ...panggilan dari Allah SWT.Mungkin ada yang bilang,"gak tepat dong kalau pake istilah menunggu. Kita kan harapannya umur panjang...

PESAN-PESAN UNTUK ISTERI

Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq http://www.almanhaj.or.id/content/2126/slash/0 Anas berkata, "Para Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jika menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya." Ummu Humaid berkata, "Para wanita Madinah, jika hendak menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, pertama-tama mereka datang kepada 'Aisyah dan memasukkannya di hadapannya, lalu dia meletakkan tangannya di atas kepalanya seraya mendo'a-kannya dan memerintahkannya agar bertakwa kepada Allah serta memenuhi hak suami"[1] 'Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib berwasiat kepada puterinya, "Janganlah engkau cemburu, sebab itu adalah kunci perceraian, dan janganlah engkau suka mencela, karena hal itu menimbulkan kemurkaan. Bercelaklah, karena hal itu adalah perhiasan paling indah, dan farfum yang paling baik adalah air." Abud Darda' berkata kep...